Rabu, 20 Agustus 2014

Rumah Kami di Warsaw

Masih mengingatnya sempurna: siang 19 Januari 2012. Saya dan Dede kali pertama tiba di Warsaw. Kami bersama Papa menumpang bus 175, berjalan menembus rintik salju; dingin dan menakjubkan. Menuju sebuah flat di Filtrowa, gedung tua yang catnya lama pudar. Memasukinya, menyeret koper naik tangga hingga tiga lantai. Lalu menemui ruang mengesankan, membuncahkan bahagia tak berhingga.

Selasa, 08 Juli 2014

Filtry di Filtrowa

Tulisan mellow menjelang pulang. Mungkin Filtry ini akan teramat ngangenin. Dua setengah tahun memandangi terakotanya setiap waktu, lengkap dengan tram-tram lewat di depannya, dengan Palace Culture and Science menjulang di belakangnya. Tetangga seberang rumah itu memang cantik sekali.

Jumat, 04 Juli 2014

10 Things I Hate about Poland

10 Things I Hate about You Poland

I hate you. The fact that you are not as ugly as mine.
I hate your trams, metro, buses, trains
I hate it because it's so much pride.
I hate winter
and the way we can play snow like toddlers.
I hate the way you're rude
I hate it when you're nice.
I hate when you make me sad
even worse when I admire you.
I hate you it makes me sick,
it even makes broken-hearted.
I hate that I have to leave
where now you've feel like home.
I hate losing you: my super-kindly-lovely family.
But mostly I hate the way I don’t hate you.
I hate that I already miss you, Poland.

...
“We all take different paths in life, but no matter where we go, we take a little of each other everywhere.” (Tim McGraw)

Teman Indonesia di Polandia

Warga Indonesia yang menyebar di seluruh Polandia berjumlah sekitar 180 orang. Bandingkan dengan WNI di Belanda yang 15 ribu orang *da kami mah apah atuh*. Namun karena jumlah-sangat-sedikit inilah kami menjadi akrab sebagai teman, sebagai keluarga besar.

Kamis, 26 Juni 2014

Dresden

Sebagai Ibu-ibu sosialita Darma Wanita Polandia, kami biasa arisan seribu dolar, mengocoknya di gelas kristal, di resto mahal atau kapal pesiar di luar negeri *orang sombong matinya gosong*. Kami ke Praha, mengarungi sungai Vltava, dan menginap tiga hari di Dresden, Jerman. Senang sekaliii.

Selasa, 10 Juni 2014

Pabrik Kristal Julia

Huta Szkła Kryształowego di Piechowice, Polandia merupakan pabrik kristal yang memproduksi peralatan makan, gelas, patung, dan barang dekoratif lain sejak abad ke-19. Mengunjungi pabrik ini sebagai tamu spesial --tanpa tiket masuk-- bersama Darma Wanita Polandia, rasanya mengesankan. Melihat detail setiap tahap produksi dan mendengarkan penjelasan guide. Semua tahap dikerjakan hand made mengandalkan keterampilan dan kreativitas pekerjanya.

Senin, 09 Juni 2014

Keramik Bolesławiec

Sejak berabad lalu, keramik merupakan salah satu bentuk seni utama di Eropa Timur: berwarna putih biru, unik, fungsional sebagai peralatan dapur, dan tahan lama. Keramik paling terkenal berasal dari kota Bolesławiec, Polandia, sehingga disebut miasto ceramiki (kota keramik). Secara geografis Bolesławiec kaya akan tanah liat alam berkualitas yang cocok untuk produksi keramik selama lebih dari seribu tahun. Saya berkesempatan ikut dengan rombongan ibu-ibu Darma Wanita Polandia mengunjungi kota ini. Pabrik-pabrik, sederetan toko, dan limpahan keramik yang dipajang dengan harga sangat miring. Melupakan makan siang, kami makan beling, hehehe. Tidak ada alasan untuk bersegera pulang.

Jumat, 30 Mei 2014

Soto Lamongan. Soto Bandung. Sambal Goreng Kentang. Resep Rumah 2

Melanjutkan digitalisasi jurnal praktikum di dapur.

Bakso. Rendang. Gepuk. Resep Rumah 1

Tinggal di rumah yang jauh --tak terjangkau warung nasi Padang dan mamang-mamang layaknya Bandung-- membuat saya terpaksa harus membaca "jurnal praktikum" untuk bereksperimen di dapur. Beberapa resep mencontek di sini, saya tulis ulang di buku. Kemudian atas tuntutan jaman, saya kira semua hal perlu didigitalisasi.

Senin, 26 Mei 2014

Root Canal Treatment

*ini testimoni dari perspektif pasien berdasarkan pengalaman menjalani root canal treatment, perawatan kanal akar.

Sabtu, 17 Mei 2014

Malam Museum

17 Mei tahun ini adalah malam museum, noc muzeow. Semua museum --juga banyak galeri, lembaga kebudayaan, pusat komunitas, perpustakaan, gereja, kedutaan besar, pub, dan kafe-- buka semalaman GRATIS. Beberapa disertai pameran, pertunjukan, makanan, souvenir dan guided tour. Seluruh warga nampaknya berpartisipasi. Jalanan ramai sekali. Antrean di museum tertentu sangat sangaaat panjang. Namun tetap tertib, aman, dan pengalaman menyenangkan.

Selasa, 06 Mei 2014

Taman Nasional Tatra

Mengunjungi Taman Nasional Tatra (Tatrzański Park Narodowy), kami memulai dari Zakopane. Untuk hiking profesional sebaiknya beli peta Tatra, di situ ditunjukkan beberapa jalur pendakian dengan berbagai warna untuk dipilih sesuai kemampuan. Membawa balita, kami memilih yang paling mudah, --selain yang paling terkenal-- Morskie Oko.

Menuju Danau Morskie Oko, kami naik minibus dari stasiun utama Zakopane, 10 zl sampai Lysa Polana yang berbatasan langsung dengan Slovakia. Dari Lysa Polana bayar tiket masuk 5 zl lalu mengikuti jalan aspal, teruuus, 11 km. Ada kereta kuda, Papa menawarkan. "Jah, apa serunya naik kuda? Jalan aja! Tiga jam doang." Maka kami mulai berjalan kaki, dan kelak saya akan menyesali perkataan tadi.

Rabu, 30 April 2014

Zakopane

Zakopane adalah winter capital of Poland, Alpen-nya Polandia. Itu sebabnya saya tidak mengunjungi Zakopane saat winter. Selain tentu sangat dingin, semua orang se-Polandia mungkin numplek blek di sana. Apalah artinya tetirah ke pegunungan kalau malah berdesakan macam mudik lebaran? Kami ke Zakopane musim semi setelah libur paskah, dan masih ramai begini.

Senin, 28 April 2014

Selamat Empat Tahun

Menemukanmu di Kimia. Bereksperimen Kimia...
Kita dapat meletakkan unsur apapun, senyawa apapun di tabung reaksi.
Tetapi hanya paduan paling istimewa yang akan bereaksi sempurna.
Seperti kita.
Cinta adalah sintesis kimia.


*selamat empat tahun*

Rabu, 16 April 2014

Garis-garis yang Bercerita

(1)

Aku menemukanmu teronggok di sudut ruang, bersama beberapa barang lain yang tampak usang. Pembersihan telah usai. Sebagian lukisan memang terpaksa diturunkan, diganti, demi suasana baru. Bangunan tua dan interior kadaluarsa mungkin menjadi alasan utama kafe ini terus merugi. Semoga keadaan membaik setelah ini.

Aku menatapmu lama. Garis-garis abstrak, tidak jelas berwarna apa. Kau ternyata memulai cerita. Aku mendengarkan. Kukira kau memang butuh hanya didengar. Seperti oleh kekasihmu dulu yang setia mendengarkanmu.

Minggu, 23 Maret 2014

Pierogi

Melanjutkan pembahasan makanan. Jika ditanya makanan khas Polandia, sebagian besar setuju pierogi. Pierogi berarti festival, sehingga biasa dihidangkan saat istimewa semisal natal. Adonan terigu berisi kentang, sayuran, daging, keju, atau buah yang direbus kemudian digoreng. Bentuknya setengah lingkaran, mirip kue pastel. Selain pasti tertera di menu di semua restoran Polandia, pierogi beku juga mudah ditemukan di supermarket.

Senin, 17 Maret 2014

Sehari ke Malbork

Malbork adalah nama sebuah kota yang terkenal dengan istana gothic, bangunan bata terbesar di Eropa, istana benteng terluas di dunia. The Castle of the Teutonic Order in Malbork merupakan situs warisan dunia UNESCO dan monumen berrsejarah nasional Polandia. Istana ini dibangun dalam bentuk benteng Ordensburg pada masa kerajaan Prusia oleh Ksatria Teutonik, sebuah ordo religius Katolik Roma Jerman dari tentara salib. Nama Malbork berasal dari Marienburg dalam bahasa Jerman berarti Maria, santa pelindung ordo religius.

Sabtu, 15 Maret 2014

Sehari ke Torun

Toruń adalah kota di tepi sungai Vistula, berhasil selamat dari perang sehingga memiliki peninggalan asli arsitektur gothic satu-satunya di Polandia. Meskipun relatif sepi wisatawan mancanegara, kota tua Toruń abad pertengahan masuk dalam daftar warisan dunia UNESCO. Toruń juga tempat kelahiran astronom Nicolaus Copernicus; rumah Copernicus dan gereja pembaptisannya masih berdiri di kota. Sejak abad pertengahan pula Torun terkenal akan kue jahe.

Sabtu, 15 Februari 2014

Kue dan Puding dari Polandia

Membahas makanan khas Polandia, berikut adalah menu dessert. Ah, saya jadi lapar. Mari mengkhayal saja. Selamat makan, smacznego.

Senin, 10 Februari 2014

Permen dan Coklat dari Polandia

Ngomongin coklat di bulan Februari, bukan berarti merayakan valentine. Mau bulan apa juga, orang Polandia memang sangat suka dan bangga terhadap produk permen dan coklat mereka. Ke manapun pergi harus bekal ini di tas. Termasuk nenek-kakek yang ketemu Dede, baik sekali menawarkan permen dan coklat. Moreover, the biggest section of any grocery store in Poland is the candy section. Sebagian besar adalah produk perusahaan coklat terbesar di Polandia: E Wedel, Wawel, dan Milka.

Kamis, 06 Februari 2014

Hidangan Biji Poppy

Poppy merupakan tanaman berbunga cantik beraneka warna sehingga diminati sebagai tanaman hias. Poppy merah merupakan simbol kematian atau tidur panjang, digunakan untuk menghormati korban perang. Dari kelopak bunga poppy dapat diekstrak opium yang memiliki efek analgesik dan narkotik, terutama untuk morfin dan kodein. Karenanya poppy dilarang di sejumlah negara seperti Singapura dan Saudi Arabia.

Namun, biji poppy aman dari efek narkotik -meskipun setelah memakannya bisa memberi hasil positif pada uji narkoba-. Biji ini kaya minyak, karbohidrat, lemak, dan protein, banyak dikonsumsi di Eropa untuk isian maupun taburan beragam pastry dan minyak bijinya untuk salad.

Sabtu, 25 Januari 2014

Tiga Tahun

Mengingat satu hari, tiga tahun lalu.

Saya tidak merasa mencintainya.
Melihatnya datang mempertaruhkan takdir-usia saya,
kesakitan tak terkira.

Saya tidak merasa mencintainya.
Ketika ia ternyata lahir sebelum sempurna.
Banyak selang meliliti tubuhnya, menyangga hidupnya.
Ia amat kecil. Menangis.

Saya merabanya.
Seolah tiba-tiba saja.
Cinta membuncah, menangisinya.

Ya, saya mencintainya,
Sangat mencintainya.

Hari ini, tiga tahun.

Ia tumbuh sehat, aktif, dan berisik.
Alhamdulillah Tuhan masih mempercayakannya tinggal di rumah ini.
Kami saling belajar.
Kami saling berbahagia.

Kami memanggilnya Hilmi,
mendoakannya sabar, tenang, dan bijak.
Semoga Allah selalu menjaganya,
Semoga Allah juga memberikan kekuatan kepada kami
untuk menuntunnya menjadi anak shaleh.

Ya, saya mencintainya,
sangat mencintainya.


Jumat, 24 Januari 2014

Paris 5: Montmartre

Terakhir, kesan terhadap Paris. Beginikah nasib kota yang teramat terkenal, yang membuka diri sebagai pusat wisata dunia? Di mata saya, Paris kehilangan kepribadian dan tidak lagi nyaman dihuni. Tata kota yang baik, taman yang nyaman, fasilitas publik memadai, belasan jalur metro, ternyata tidak cukup mempertahankan penduduk asli untuk tetap tinggal. Berganti imigran serta turis yang mungkin merasa tidak perlu bertanggung jawab merawat kota.

Paris 4: Ile de La Cite

Katanya Paris memesona di mana-mana. Untuk anti-mainstream tentu perlu mencari objek berbeda, menjelajahi jalan lain yang kurang pop. Namun pasti saya butuh waktu tambahan panjaaang sekali. Mengunjungi top list ini saja berasa remuk redam. Berbekal 20 tiket metro, bergelas-gelas kopi, dan semangat angkat besi *Dede berat bangeud*.

Paris 3: Louvre

Mungkin Paris adalah subjek wisata yang dipublikasi paling banyak, dijelaskan paling rinci, sehingga dikenal paling akrab oleh lebih banyak orang. Landmark-landmark kota, romantisme sepanjang sungai Seine, diskusi intelektual di kafe-kafe, klub malam, dan penduduk lokal jutek yang tak mau berbahasa Inggris. Oh apakah Paris demikian mainstream?

Kadang saya kira, tidak-terlalu-mencari-referensi-tentang-kota-tujuan-wisata itu akan lebih menyenangkan. Menyisihkan prasangka serta tidak akan berharap berlebihan -sehingga tidak mungkin kecewa-. Terpenting, saya senang sekali menemukan kejutan "waah ternyata ada ini di sini, bagus banget", dibanding "oh ini toh, sama dengan yang saya lihat di buku".

Paris 2: Champs-Elysees

Membaca Paris itu banyaak sekali. Berbekal Lonely Planet sejak jauh hari ternyata tidak cukup membuat saya sakti. Petunjuk tanpa gambar mempersulit pemahaman saya -dalam hal ini apakah buku Thomas Cook lebih bagus?-. Deskripsi netral pada setiap objek juga mempergalau(?), ke mana saya harus memilih. Beberapa bahkan tidak relevan, atau karena buku saya kadaluarsa ya. Misalnya disebutkan banyak tentang Parisian, sedangkan kami nyaris tidak menemukannya.

Jika membacanya demikian rumit, menuliskan Paris lebih rumit lagi. Kelompok draft ini pun menjadi rekor paling lama tidak terselesaikan. Lebih dari sebulan sejak kami ke Paris Desember tahun lalu.

Lebih malas, biarkan foto-foto menceritakannya...

Paris 1: Eiffel

Katanya Paris itu ikonik Eropa, belum lengkap punya visa Eropa kalau belum pernah menginjak Paris. Katanya Paris itu kota paling indah sedunia. Katanya Paris paling banyak dikunjungi, paling diidam-idamkan seluruh penduduk bumi.

Akhirnya kami berkesempatan (baca: memaksakan kehendak) berlibur ke Paris. Saya senang senang senaang sekali. Mari kita buktikan mitos-mitos Paris di atas.

Kamis, 23 Januari 2014

Pertama Tiba di Warsaw

Panduan ini disusun untuk memudahkan teman-teman, terutama mahasiswa muda, yang baru pertama kali datang tak dijemput pulang tak diantar ke Warsaw. Semoga membantu.

Selasa, 07 Januari 2014

Wroclaw #2

Kami ke Wroclaw di hari terakhir pasar natal di kota tua, berpusat di alun-alun utama (rynek). Rame! Hilmi berulang-ulang minta naik komidi putar, sampai saya pusing. Kami juga banyak jajan makanan khas Polandia. Dan ada macam-macam jualan barang-barang menarik.

Wroclaw #1

Wrocław terletak di dataran rendah Silesia di sungai Oder, kota terbesar keempat di Polandia, ibukota provinsi Dolnośląskie. Telah menjadi bagian Kerajaan Polandia, Bohemia, Kekaisaran Austria, Prusia, dan Jerman. Dipilih sebagai ibukota kebudayaan Eropa 2016 .

Senin, 06 Januari 2014

Transportasi Antarkota Antarprovinsi Polandia

Untuk sebuah negara di Eropa, Polandia adalah luas, namun terjangkau. Setiap kota setiap provinsi terhubung dengan baik, melalui jalur darat maupun udara. Ada jalur laut juga siy, tapi sangat terbatas di utara.