Selasa, 16 Oktober 2012

Senyum yang Mahal di Polandia

Membaca artikel di majalah Forbes, the world's rudest nation for travelers is French, and Polish placed 10th. Tapi, Polandia kan bukan tujuan wisata. Orang-orang yang disurvey lebih mungkin sudah pernah ke Perancis, tapi belum tentu pernah ke Polandia. Orang yang belum pernah ke Polandia, pasti ga akan memilih Polandia sebagai negara tidak ramah. Saya membaca lagi, di banyak artikel dan banyak forum, which cultures dont smile much? Russians? Germans? Best answer is Polish. Hehe, saya setuju.

Mostly all of Polish service worker; kasir, pelayan, bartender, customer service di fasilitas publik, melayani dengan serius, tidak menyapa, tidak melakukan kontak mata, dan tidak tersenyum. Apalagi saya tidak bisa bahasa Polandia, dan kebanyakan orang Polandia tabu berbahasa Inggris. Bertransaksi dengan orang Polandia menjadi sangat membosankan, kadang menyebalkan.


Kami biasa berbelanja di supermarket, selain murah, segala ada, juga menghindari transaksi secara lisan. Namun, tetap saja harus ke kasir. Dan kami sering berjodoh dengan kasir yang seperti diceritakan di atas. Saya senyum, bilang dzien dobry, beliau melewatkannya tanpa ekspresi, mengira saya Casper yang tembus pandang kali ya. Mungkin harus bilang "Mbak cantik deh," supaya dia tersipu. Ciyus, miapah!

Saya juga pernah akan membeli jepitan penggorengan, tidak tahu kalau yang saya ambil ternyata tidak ada label barcode-nya. Di kasir, alih-alih dicarikan solusi atau meminta bantuan pegawai lain, saya malah dimarahi. Jepitan penggorengan yang saya ambil disingkirkan. Padahal saya mau beli itu. Huhu. Daaan kalau saya ga tahu bahwa sayur dan buah harus ditimbang sendiri sebelum discan di kasir, kalau saya ga tahu bahwa keranjang yang saya jinjing harus disimpan di kolong sebelum kasir, kalau saya ga tahu bahwa keresek harus saya ambil juga sebelum dibayar; bukannya dibantu, saya pasti akan semakin dimarahi.

Terpikir apakah saya bau, sehingga orang-orang segitu jutek. Padahal pada musim dingin yang suhunya minus 25 pun saya tidak pernah tidak mandi loh. Saya juga sudah beli farfum, walau bukan Chanel no 5. Ternyata tidak berubah. Orang Polandia tetap banyak tidak tersenyum.

Apakah hidupnya teramat menyedihkan, sampai tidak punya alasan untuk senyum? Menurut beberapa artikel, ya. Menjalani keseharian di Polandia dengan birokrasi yang rumit, dengan pekerjaan yang sulit, bertahan pada musim dingin yang membunuh, bagaimana bisa tersenyum. Ditambah lagi dengan masa lalu yang kejam, komunis, perang dunia, mati, lapar, miskin. Hey, tapi, Indonesia yang tingkat kesejahteraannya tidak lebih baik, malah jauh sangat bahagia. Bahkan nenek kami yang ikut berperang sebelum tahun 1945 pun begitu murah senyum.

Mungkin ini adalah budaya yang ditularkan Rusia jaman Stalin, atau memang kebiasan orang Polandia sendiri. Senyum SPG dan teller bank dianggap semu, tidak perlu. Kalau kita tidak saling mengenal dan tidak cukup alasan, untuk apa senyum? Kontak mata pun tidak sopan dilakukan. Profesionalitas dinilai dari kerja yang baik dan muka yang serius. Banyak senyum justru salah satu indikasi Anda mabuk atau suka minum.

Susahnya hidup di Polandia. Harus belajar memiliki hati yang luas. Biarkan saja orang berlaku buruk, tetapi tidak boleh mereka mempengaruhi mood saya. Jangan saya yang malah mengeluh dan ngomel-ngomel. Karena sayalah yang paling berhak atas diri saya, bahagia saya, kebaikan saya. Kalau memang dunia sudah ditakdirkan dihuni orang baik dan tidak baik, maka saya harus menjadi bagian dari orang baik.

Namun, perlu di-bold, tidak semua orang galak begitu kok. Pada dasarnya, dengan atau tanpa senyum, semua orang Polandia suka menolong. Kalau bareng Dede, banyak orang akan senyum menyapa. Terutama di tempat yang banyak turisnya, pelayanan jual beli juga semakin ramah. Alhamdulillah. 

4 komentar:

  1. wahh.. kalo saya sih hamdallah ketemu org polandia baik2 semua mbakk, gatau kenapa ya..
    malah kemana2 selalu di dzien dobry-in sm org tiap lewat, atau di kasir sekalipun hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. apa sy aja yg terlalu galau y? hehe. harus lebih banyak berbuat kebajikan y, supaya balasannya jg ketemu orang yg baik2 lg.. jd barli sdh cukup tuh amalannya, tinggal berdoa lg semoga berkesempatan ke poland lg :)

      *aiih dibaca barlii *tutup muka*

      Hapus
  2. Terima kasih infonya gan.
    Lumayan buat nambah elmu.

    Gema Parfum
    Parfum termahal.

    ----------

    BalasHapus
  3. Suami saya asli Poland,alhmdllah ramah dan baik skali mbak hee

    BalasHapus