Rabu, 05 September 2012

The Netherland #2, Scheveningen

Setelah tiba di Groningen dan disambut jamuan makan hingga tengah malam, esoknya kami langsung diajak jalan-jalan ke Den Haag, sekitar 2,5 jam perjalanan kereta. Transportasi umum yang paling diandalkan di Belanda ya kereta ini. Jika di dalam kota transportasinya dengan sepeda, maka transportasi ke luar kota mudah sekali menggunakan kereta karena semua kota saling terhubung dengan jalur yang efisien. Jadwal berangkat dan tiba pun relatif tepat. Untuk satu kota tujuan tertentu, jadwalnya bisa setiap setengah jam, meski dengan rute berbeda. Maka, tidak heran, di satu stasiun bisa ada belasan peron.



Di Den Haag kami ke Madurodam, sebuah kota miniatur di distrik Scheveningen. Dengan tiket masuk 14,5 Eur, saya kira ini tempat wisata yang luas, ternyata taman kecil. Madurodam adalah model negeri Belanda pada skala 1:25, terdiri dari bangunan-bangunan khas di berbagai lokasi di negara tersebut. Nama Madurodam sendiri berasal dari George Maduro, yang orang tuanya menyumbangkan dana untuk proyek Madurodam. Taman ini terinspirasi dari Storybook Land di Paris dan Catalunya en Miniatura di Spanyol yang merupakan salah satu taman miniatur terbesar di dunia. Di sini Dede senang karena semuanya tampak seperti mainan. Seandainya mobil-mobilannya boleh dibawa pulang. He.












Den Haag sangat panas, membuat saya semakin pusing dan lapar. Kami keluar dari Madurodam. Setelah makan, kami ke pantai Scheveningen, pantai modern dengan pantai berpasir yang panjang, lapangan terbuka, dermaga, dan mercusuar. Pantai ini populer untuk olahraga air seperti selancar, sedangkan pelabuhan digunakan untuk perikanan. Bangunan yang menarik adalah Kurhaus, hotel dan restoran yang menjadi ikon Scheveningen. Banyak acara tahunan diselenggarakan di sini seperti berenang di tahun baru (Nieuwjaarsduik), kembang api di musim panas, dan kompetisi patung pasir. Dibandingkan dengan pantai-pantai Indonesia, pantai Scheveningen jelas kalah jauh. Namun sebagai pengalaman pertama ke pantai, Dede senang sekali. Main pasir, main air, main ombak.





Pulang larut, tampak jadwal tour Belanda kami dibuat sangat padat, kurang baik untuk toddler. Khawatir Dede sakit, kami mengubah jadwal untuk berkeliling saja di Groningen. Hari terakhir baru kami akan jalan-jalan di Amsterdam, Volendam. Ya, kalau saja kejadian "unforgetable" selanjutnya tidak terjadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar