Kamis, 10 November 2011

Hujan, bagian dua

Saya hanya akan pulang. Karena rumah saya jauh. Karena hari keburu sore. Karena saya malas bermacet-macet. Dan dia mau ikut, mengantar saya pulang. Katanya saya juga sudah mengantarnya ke kantor pos. Saya senang saja, bisa ada teman.

Siang yang cerah telah berganti hujan. Saya tidak membawa payung, tidak pernah berniat. Malah dia bawa payung, meski hanya cukup buatnya sendiri. "Cowo ko bawa payung?" tanya saya. Menurutnya, ga penting kenapa cowo harus risih dengan payung. Bukankan cewe dan cowo sama-sama bisa kehujanan tanpa payung?

Kami pun berlari menerobos hujan. Berdesakan di bawah payung kecilnya.  Deras air membasahi kami juga, bersatu dengan cipratan becek di jalan-jalan berlubang. Kuyup. Kami cuma bisa tertawa.

Buat saya, hujan selalu menyertakan kisah. Kadang mengharukan. Banyak menakjubkan.

Kami naik bis Damri no 9. Penuh. Dia memberikan tempat duduknya buat ibu-ibu, merelakan lebih dari satu jam berdiri. Saya kagum. Ketika banyak bapa-bapa gendut mempertahankan pantatnya, pura-pura tidur, tak menghiraukan nenek-nenek, ibu hamil, atau anak balita yang nangis-nangis kecapean berdiri, ternyata saya punya teman yang baik.

Hujan belum juga reda, memaksa kami berteduh di sini, berdua. Setiap tetes air yang turun mengalirkan cerita. Tentang dia yang menghabiskan seliter susu dan jadi diare sewaktu ujian. Tentang saya yang curious pada kandungan kimiawi ee ayam hingga memakannya. Tentang kami yang sama-sama solat di salman demi air minum gratis. Tentang teman-teman kami. Tentang banyak hal dalam pandangan kami.


Saya mengenalnya lama, beberapa tahun di kelas yang sama, di kelompok praktikum yang sama. Namun daripada curhat, kami lebih sering berdebat. Kadang dia memang menyebalkan..

Kecuali di suatu hari saat hujan. Dia menjaga saya, di bawah payungnya.

2 komentar:

  1. inget cerita ini...
    kalo ga salah, bis nya mogok kan, pengalaman pertama naek damri, sekaligus maen ke rumah :p, dan dari sinilah semuanya berawal.

    BalasHapus
  2. iya. dan dari sini, awal banyak hujan selanjutnya :)

    BalasHapus