Rabu, 01 Februari 2012

Cerita Pertama di Warsaw

Ini hari ke-13 saya di Warsaw (31012012 2157 GMT+1). Setelah perjalanan Soekarno Hatta - Chopin lebih dari 22 jam. Setelah begitu sulit membujuk Dede yang cape, bosen, ga nyaman di pesawat. Setelah menjadi lebih sulit harus berpisah jalan dengan teman. Hanya berdua Dede dari Munich. Repot mencari bagasi. Tersesat di bandara. Ponsel lowbatt, tanpa sinyal, tanpa akses internet, tanpa punya sepeserpun zloty. "Papa di mana?"

Ini hari ke-13 saya di Warsaw. Telah 13 hari pula berkumpul bertiga lagi. Seneeeeng banget akhirnya bisa bertemu papa. Seneeeeng banget. Saya ga mimpi kan menginjak Eropa? Di sini beneran ada winter, dingiiin. Merasakan banyak butiran salju jatuh di muka saya. Beli boots. Dengan supermarket yang menjual macam-macam roti, macam-macam keju, yogurt, kefir, sosis besar, dan ada banyak daging rusa, dan kuda. Vending machine. Tram. Metro. Serta, tahukah kamu, di sekitar saya bule-bule secakep Orlando Bloom, secantik Amanda Bynes... Ya, cukup. Paragraf ini menunjukkan betapa kampungnya saya. Haha. Tak apalah.



Ini hari ke-13 saya di Warsaw. Mungkin saya mulai mengalami winter blues -apapun artinya, pokonya saya ga suka musim dingin. Karena nyatanya ga seromantis di film-film, musim dingin itu sangat kering dan tentu saja sangat sangat dingin. Saya yang ga pernah pake losion pelembab, meranalah. Kulit bersisik, telapak tangan kaku, muka mengelupas, dan senyum membawa luka, karena bibir yang berdarah-darah. Semakin banyak alasan buat bermalas-malas di dalam rumah. Meskipun ada mesin pemanas, ruangan masih saja berasa dingin. Apalagi di luar, sampai minus belasan. Perlu baju berlapis yang ribet, kaku, dan berat. Kalau mau pergi, persiapannya lama sekali. Mana Dede ga mau pake topi, ga mau pake syal, ga mau pake jaket, ga mau pake sarung tangan, ga mau pake celana tebel, ga mau pake sepatu, ga mau naik kereta bayi. Padahal anak-anak di sini didorong di kereta bayi semua, ga ada yang digendong. Jadilah Dede nangis sepanjang jalan. Terakhir Dede malah sakit, ke klinik, dan langsung dirujuk ke rumah sakit. Sedih. Mudah-mudahan Dede cepet sembuh dan beradaptasi.


Ini hari ke-13 saya di Warsaw. Semoga musim semi datang lebih cepat tahun ini. Amin.

2 komentar:

  1. Toss dulu Iis...Fukuoka ga ada apa-apanya dibanding Warsaw tapi namanya musim dingin di negara 4 musim sangat abusive ke kulit tropisku :(
    gatel ga sampai bentol tapi bekasnya lama banget ilang :(
    Adek Hilmi gimana adaptasinya? Semoga sekarang udah sehat dan ga sakit-sakit lagi...

    BalasHapus
  2. bekas bentol sy jg ga ilang, mengurangi keseksian ya. hehe.
    hilmi udh mau pake baju tebel jd alhamdulillah semoga ga sakit lg.

    BalasHapus