Sabtu, 07 Februari 2015

Beasiswa kuliah di Polandia

Berkali kali saya menerima email yang menanyakan bagaimana caranya memperoleh beasiswa untuk kuliah di Polandia. Berkali kali pula saya meminta PapaMi menuliskan pengalaman beasiswanya. Namun, berkali kali malah saya ditolak. Ah, Papaa..

Fyi, Papa adalah suami saya, bukan Bapak saya. Dan karena saya tidak kuliah di Polandia, narasi ini ditulis berdasarkan cerita saja.

Alasan memilih sekolah di Polandia terutama karena Polandia adalah negara Schengen. Pendidikan Polandia sudah berstandar Uni Eropa tetapi biaya sekolah dan biaya hidupnya relatif lebih murah dibanding negara Eropa lain. Beberapa teman kuliah di Polandia dengan biaya sendiri. Kebanyakan lainnya dari beasiswa Uni Eropa maupun beasiswa nasional seperti beasiswa Dikti. Polandia termasuk tujuan beasiswa Erasmus, Marie Curie, dan beasiswa Uni Eropa lain. PapaMi mendapat beasiswa ITN Marie Curie.

PapaMi adalah mahasiswa doktorat di Fakultas Kimia Politechnika Warszawska dengan status kerja, full riset di laboratorium, dan tanpa kuliah. Memang di beberapa negara, mahasiswa doktor itu bisa berstatus "pekerja" atau "pelajar". Status pekerja memungkinkan tunjangan keluarga dan tempat tinggal, berbeda dari pelajar yang boleh tinggal di asrama (dorm).

Politechnika Warszawska

Papa menemukan lowongan di Polandia dari link beasiswa yang dishare di milis. Papa membuat aplikasi: CV, surat rekomendasi dari dosen pembimbing sebelumnya, ijazah dan transkrip berbahasa Inggris, lalu dikirim online. Lowongan lain umumnya meminta sertifikat TOEFL atau IELTS dengan nilai minimal tertentu, hasil medical check up, dan berkas aplikasi hard copy yang harus dikirim via pos. Jika lulus seleksi administrasi, tahap selanjutnya biasanya Sang Profesor meminta wawancara via telepon atau online. Pada tahap wawancara ini kemungkinan ditanya motivasi kuliah di universitas tersebut dan rencana riset yang akan dikerjakan. Kalau wawancara Papa malah lebih luas, seolah ujian lisan materi Kimia Organik dan teknik laboratorium untuk mendukung riset yang akan dikerjakan. Nah, setelah wawancara, tinggal tunggu pengumuman.

Tidak ada beasiswa khusus (G to G atau U to U) dari pemerintah Polandia atau universitas di Polandia untuk mahasiswa Indonesia. Hanya berdasarkan saran Papa, untuk hunting beasiswa ke Polandia, atau ke Eropa, bisa search di Euraxess, Org chem portal (khusus bidang kimia), Research Gate, atau Erasmus Mundus. Sedangkan beasiswa nasional bisa melamar beasiswa Dikti, LPDP, atau Depag. Pengalaman Papa, seperti pada program Erasmus juga, aplikasi beasiswa dan penerimaan di universitas diajukan bersamaan. Akan tetapi, sebagian besar program beasiswa mensyaratkan letter of acceptance duluan. Jadi sebelum melamar beasiswa, Kamu harus menghubungi Profesor lebih dulu, setelah diterima di perguruan tinggi tujuan barulah bisa mengajukan permohonan beasiswa.
update: ada beasiswa Ignacy Ɓukasiewicz dari pemerintah Polandia.

Berburu beasiswa adalah perjuangan. Kamu harus berjuang mencari segala informasi dan kesempatan. Juga saat ketemu lowongan yang cocok, kemudian menghubungi Profesor dan apply beasiswa, harus tetap bersabar dan istiqomah. Mungkin akan banyak sekali email dan aplikasimu tidak mendapat tanggapan. Mungkin tinggal selangkah lagi, tetapi adaa saja hambatan. Jangan menyerah! Mungkin butuh satu aplikasi lagi, lalu satu aplikasi lagi, lalu satu lagi. Kalau kata buku Sinar Dunia "where there is a will there's a way". Semangaaat!

2 komentar:

  1. permisi mbak, saya mau tanya apa mbak masih tinggal di poland ?
    klo masih, apa mbak tau store ultras shop yg terkenal dipoland ? Tq

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus